ku genggam mawar berduri ....
durinya menancap di tangan ini.....
darah menetes dan menetes tanpa henti....
namun semua itu tak ku rasa....
kepedihan hatiku terlalu dalam....
jiwaku mulai kelam merengkuh dendam....
Selasa, 03 September 2013
DISANA
cinta adalah seberkas rasa yang penuh makna..
yang terus bersemi di taman-taman jiwa..
dan menghanyutkan anganmu bagaikan ke nirwana..
jika engkau tanya aku di mana cintaku berada?..
aku akan jawab.. dia ada di sana..
di matanya yang indah bagai sang surya..
di senyumnya yang penuh dengan ceria..
dan di semua tutur katanya yang manja.. aku suka..
di sanalah cintaku berada..
yang terus bersemi di taman-taman jiwa..
dan menghanyutkan anganmu bagaikan ke nirwana..
jika engkau tanya aku di mana cintaku berada?..
aku akan jawab.. dia ada di sana..
di matanya yang indah bagai sang surya..
di senyumnya yang penuh dengan ceria..
dan di semua tutur katanya yang manja.. aku suka..
di sanalah cintaku berada..
WANITA
kadang wanita terlalu angkuh pada dunia
sehingga dia merasa rendah tanpa rupa
tapiseorang pria dapat merubah itu semua
dengancinta dan ketulusan
karena wanita adalah bidadari di atas bumi
yang bisa menghangatkan hasrat nurani
dialah yang akan melahirkan anaku nanti
akan ku sayangi dia tanpa henti
walaupun neraka bumi menghampiri
akan ku jaga dia sampai mati
sehingga dia merasa rendah tanpa rupa
tapiseorang pria dapat merubah itu semua
dengancinta dan ketulusan
karena wanita adalah bidadari di atas bumi
yang bisa menghangatkan hasrat nurani
dialah yang akan melahirkan anaku nanti
akan ku sayangi dia tanpa henti
walaupun neraka bumi menghampiri
akan ku jaga dia sampai mati
KESEPIAN
namun cinta bagiku tak bermakna.....
karena tak ada cinta yang ku genggam.....
jiwa yang merapuh merangsang keputusasaan....
nurani yang di sayat kepedihan merusak jiwa....
menimbulkan pemerkosaan batin.....
luka-luka yang semakin busuk menyerang semua rongga batinku....
tak ada cinta....tak ada makna.....hanya ada kesepian belaka.....
karena tak ada cinta yang ku genggam.....
jiwa yang merapuh merangsang keputusasaan....
nurani yang di sayat kepedihan merusak jiwa....
menimbulkan pemerkosaan batin.....
luka-luka yang semakin busuk menyerang semua rongga batinku....
tak ada cinta....tak ada makna.....hanya ada kesepian belaka.....
IMAJINASI MENJARAH LOGIKA
tebangun di sunyinya malam...
pagi serasa lama akan datang...
imajinasiku serasa masih melayang dalam lamunan....
logika ku terbuang terlupakan...
sekilas kulihat bayang parasmu...
begitu cantik dan menawan...
terjebak nalarku masuk dalam ilusi kerinduan mendalam....
sungguh indah berdua denganmu....
dan tak bisa ku lupakan...
di alam ini kita bersama...
berdua melepas rindu....
walaupun semu...
tak akan pernah ku lepaskan pelukmu....
walau imajinasi menjarah logika...
tapi aku suka dengan itu....
...sungguh...
pagi serasa lama akan datang...
imajinasiku serasa masih melayang dalam lamunan....
logika ku terbuang terlupakan...
sekilas kulihat bayang parasmu...
begitu cantik dan menawan...
terjebak nalarku masuk dalam ilusi kerinduan mendalam....
sungguh indah berdua denganmu....
dan tak bisa ku lupakan...
di alam ini kita bersama...
berdua melepas rindu....
walaupun semu...
tak akan pernah ku lepaskan pelukmu....
walau imajinasi menjarah logika...
tapi aku suka dengan itu....
...sungguh...
NIRWANA
Ingin kubawa kau terbang lebih tinggi dari bulan...
Jauh menembus nirwana...
Mengelilingi alam surga...
Memetik buah-buah kenikmatan...
Menikmati aliran air keindahan...
Walaupun sekejap...
Semua hasrat akan terpuaskan di sana...
Semua kesengsaraanmu akan hilang di sana...
Dan kau akan mengerti bahwa rasa itulah yang selama ini kau cari....

Jauh menembus nirwana...
Mengelilingi alam surga...
Memetik buah-buah kenikmatan...
Menikmati aliran air keindahan...
Walaupun sekejap...
Semua hasrat akan terpuaskan di sana...
Semua kesengsaraanmu akan hilang di sana...
Dan kau akan mengerti bahwa rasa itulah yang selama ini kau cari....

BUNGA DI PADANG TANDUS
Tlah tumbuh sekuntum bunga di padang tandus hatiku....
Mekar nan indah....harum dan anggun.....
Sungguh ....
Memberi warna dalam kehidupanku...
Menanamkan kesan-kesan yang mendalam....
Membuatku merasakan nirwana...
Janganlah engkau layu wahai bunga...
Sebab hatiku mulai terbiasa dengan engkau...
Dulu hatiku terus gersang tanpa padang ilalang....
Hanya ada haus dan tandus....
Haus akan sekuntum bunga yang dapat tumbuh dan memberi kesejukan di dasar hatiku yang tandus.....

Mekar nan indah....harum dan anggun.....
Sungguh ....
Memberi warna dalam kehidupanku...
Menanamkan kesan-kesan yang mendalam....
Membuatku merasakan nirwana...
Janganlah engkau layu wahai bunga...
Sebab hatiku mulai terbiasa dengan engkau...
Dulu hatiku terus gersang tanpa padang ilalang....
Hanya ada haus dan tandus....
Haus akan sekuntum bunga yang dapat tumbuh dan memberi kesejukan di dasar hatiku yang tandus.....

PENYESALAN
malam memcemgkram kesunyian....
kendali hati lepas dari diri....
ini tentang si nalar yang terbunuh....
terbunuh cinta dan problema kehidupan.....
mungkin ini adalah konsekuensi dari dosa masa laluku...
yang telah mencekik nurani dan merajakan kesombongan.....
sungguh dulu aku tak sadar tentang itu....
sekarang tubuhku meronta menua....
otak ini membusuk di gerogoti kehampaan....
sang iblis menari menyanyikan lagu sumbang....
saat ku sadar kini ku tlah meregang menunggu kematian.....
kendali hati lepas dari diri....
ini tentang si nalar yang terbunuh....
terbunuh cinta dan problema kehidupan.....
mungkin ini adalah konsekuensi dari dosa masa laluku...
yang telah mencekik nurani dan merajakan kesombongan.....
sungguh dulu aku tak sadar tentang itu....
sekarang tubuhku meronta menua....
otak ini membusuk di gerogoti kehampaan....
sang iblis menari menyanyikan lagu sumbang....
saat ku sadar kini ku tlah meregang menunggu kematian.....
BAIT_BAIT BERGUMAM
hujan....
pelipur lara dikala senja....
menyejukan hati hingga relung jiwa.....
kemana kah sekarang dia.....??
sang pemberi kehidupan di atas dunia........
______________________________________________________________
cerita cinta datang pergi...
menghidupkan hati yang sedang mati....
meskipun badai disana menanti....
kan ku jaga cinta ini tetap abadi....
______________________________________________________________
cerita anak manusia yang menyayat rindu....
tersesat....terkoyak.....nasib dunia.....
memulihkan kehampaan batin....
yang tertiup badai kehidupan.....
melangkah dengan keputus asaan.......
dengan segenap nafas dia berjuang....
mengalahkan takdir yang dia emban........
______________________________________________________________
yang lalu telah pergi...
namun tetesannya tetap abadi......
temani relung hati yang duka....
duka yang tersinggung waktu....
menorehkan luka lama......
yang senantiasa merajut asa.....
kadang kenangan indah itu terasa sakit saat di ingat.....
______________________________________________________________
kesunyian yang menghujam nurani.....
tak sadar kau terperangkap olehnya....
sungguh berliku jalan hidup ini....
percayalah indah yang ada di sana.....
______________________________________________________________
hanya ingatan masa lalu....
yang terlalu kau pikirkan....
terdiam disudut malam...
hanya tuk dapatkan ketenangan.....
______________________________________________________________
tak perlu kau mendengar hasutan kegelapan....
walau menderu semua resah mengadu....
akan tercipta sinar indah penuh harapan...
tentramkan semua luka dalam asa.......
______________________________________________________________
kata hati seolah merancu....
meracuni hati yang sedang galau....
tenggelam dalam indahnya kegelapan.....
tapi kau harus bangun tuk hadapi kehidupan.....
______________________________________________________________
sentak gurau kepedihan malam....
ku hanya inginkan kedamaian....
kedamaian hati kedamaian nurani....
walaupun nalar menghujat dalam diri....
hanya butuh satu kata....
!................CINTA................!
_______________________________________________________________
ibu......memang kata itu takan bisa hilang dari nalar......
dia memahamimu walau kau sedang gusar....
walau mentari sirna dari pandangan.....
hanya wajahnya yang akan menerangi hatimu saat padam....
_______________________________________________________________
wanita adalah purti bulan....
walau dalam gelap kau akan dapat terangnya....
walau dalam gusar kau akan dapat tenangnya....
walau dalam sepi kau akan dapat hangatnya....
walau dalam mimpi yang tampak hanyalah wajahnya....
_______________________________________________________________
wanita seperti hutan rimba...
jika kau tak tahu jalan.....
kau kan tersesat di dalamnya....
tapi kau akan rindu akan sejuknya......
menyerupai embun yang menetes di hati...
walau terluka duri belukar menyiksa nurani...
tetapkan hati tuk dapatkan...
harum indah bunga hati bersemi....
...................KAU WANITA...................
________________________________________________________________
hujan telah reda....
kini kulantunkan indahnya nada....
pada gema sentuhanjiwa....
indah senyumu yang tercipta....
_________________________________________________________________
meregang kepenatan hatiku.....
telah ku terobos jurang kesunyian....
yang ku dapatkan hanya kesepian mendalam.....
telah ku lihat kematian harapan....
membayangiku merangkulkan tangannya....
memeluk ku dalam sekarat penantian hati.....
_________________________________________________________________
laknat hati membunuh kepercayaan hati.
angkara menjelma menghancurkan bumi.
kemunafikan menjarah logika.
kesombongan berjaya di atas bumi.
apakah tak ada ketenangan di dunia fana ini?.
_________________________________________________________________
pagi ....
awal sesuatu yang baru telah hadir....
disinilah kita bersiap untuk menyongsong jam-jam ke depan....
isilah detik2 itu penuh makna......
isilah menit2 itu dengan kesan....
dan isilah hari ini untuk membuat kisah yang indah untukmasa depan....
pelipur lara dikala senja....
menyejukan hati hingga relung jiwa.....
kemana kah sekarang dia.....??
sang pemberi kehidupan di atas dunia........
______________________________________________________________
cerita cinta datang pergi...
menghidupkan hati yang sedang mati....
meskipun badai disana menanti....
kan ku jaga cinta ini tetap abadi....
______________________________________________________________
cerita anak manusia yang menyayat rindu....
tersesat....terkoyak.....nasib dunia.....
memulihkan kehampaan batin....
yang tertiup badai kehidupan.....
melangkah dengan keputus asaan.......
dengan segenap nafas dia berjuang....
mengalahkan takdir yang dia emban........
______________________________________________________________
yang lalu telah pergi...
namun tetesannya tetap abadi......
temani relung hati yang duka....
duka yang tersinggung waktu....
menorehkan luka lama......
yang senantiasa merajut asa.....
kadang kenangan indah itu terasa sakit saat di ingat.....
______________________________________________________________
kesunyian yang menghujam nurani.....
tak sadar kau terperangkap olehnya....
sungguh berliku jalan hidup ini....
percayalah indah yang ada di sana.....
______________________________________________________________
hanya ingatan masa lalu....
yang terlalu kau pikirkan....
terdiam disudut malam...
hanya tuk dapatkan ketenangan.....
______________________________________________________________
tak perlu kau mendengar hasutan kegelapan....
walau menderu semua resah mengadu....
akan tercipta sinar indah penuh harapan...
tentramkan semua luka dalam asa.......
______________________________________________________________
kata hati seolah merancu....
meracuni hati yang sedang galau....
tenggelam dalam indahnya kegelapan.....
tapi kau harus bangun tuk hadapi kehidupan.....
______________________________________________________________
sentak gurau kepedihan malam....
ku hanya inginkan kedamaian....
kedamaian hati kedamaian nurani....
walaupun nalar menghujat dalam diri....
hanya butuh satu kata....
!................CINTA................!
_______________________________________________________________
ibu......memang kata itu takan bisa hilang dari nalar......
dia memahamimu walau kau sedang gusar....
walau mentari sirna dari pandangan.....
hanya wajahnya yang akan menerangi hatimu saat padam....
_______________________________________________________________
wanita adalah purti bulan....
walau dalam gelap kau akan dapat terangnya....
walau dalam gusar kau akan dapat tenangnya....
walau dalam sepi kau akan dapat hangatnya....
walau dalam mimpi yang tampak hanyalah wajahnya....
_______________________________________________________________
wanita seperti hutan rimba...
jika kau tak tahu jalan.....
kau kan tersesat di dalamnya....
tapi kau akan rindu akan sejuknya......
menyerupai embun yang menetes di hati...
walau terluka duri belukar menyiksa nurani...
tetapkan hati tuk dapatkan...
harum indah bunga hati bersemi....
...................KAU WANITA...................
________________________________________________________________
hujan telah reda....
kini kulantunkan indahnya nada....
pada gema sentuhanjiwa....
indah senyumu yang tercipta....
_________________________________________________________________
meregang kepenatan hatiku.....
telah ku terobos jurang kesunyian....
yang ku dapatkan hanya kesepian mendalam.....
telah ku lihat kematian harapan....
membayangiku merangkulkan tangannya....
memeluk ku dalam sekarat penantian hati.....
_________________________________________________________________
laknat hati membunuh kepercayaan hati.
angkara menjelma menghancurkan bumi.
kemunafikan menjarah logika.
kesombongan berjaya di atas bumi.
apakah tak ada ketenangan di dunia fana ini?.
_________________________________________________________________
pagi ....
awal sesuatu yang baru telah hadir....
disinilah kita bersiap untuk menyongsong jam-jam ke depan....
isilah detik2 itu penuh makna......
isilah menit2 itu dengan kesan....
dan isilah hari ini untuk membuat kisah yang indah untukmasa depan....
KATA HATIKU
Bukan ku tak ingin dicintai......
Tapi aku tak pantas untuk mencintai.....
Tak setitik pun ku punya kehidupan.....
Yang ku punya hanya kehampaan.....
Terperangkap dalam kerasnya mimpi.....
Kosong tanpa kerangka nurani.....
Ingin ku terus berlari.....dan berlari.....
Mengejar mimpi yang tak mungkin ku daki.....
Sungguh banyak kekuranganku untukmu....
Dan aku pun sadar tentang itu....
Itulah yang membuat ku ragu....
Ragu yang mencabikku sejak dulu....
Kupikir mentari datang saat fajar...
Tapi kenapa mentariku tak datang juga...
Sama pula tentang bulan....
Tak adakah yang akan menerangiku saat sinarku padam????....
Tapi aku tak pantas untuk mencintai.....
Tak setitik pun ku punya kehidupan.....
Yang ku punya hanya kehampaan.....
Terperangkap dalam kerasnya mimpi.....
Kosong tanpa kerangka nurani.....
Ingin ku terus berlari.....dan berlari.....
Mengejar mimpi yang tak mungkin ku daki.....
Sungguh banyak kekuranganku untukmu....
Dan aku pun sadar tentang itu....
Itulah yang membuat ku ragu....
Ragu yang mencabikku sejak dulu....
Kupikir mentari datang saat fajar...
Tapi kenapa mentariku tak datang juga...
Sama pula tentang bulan....
Tak adakah yang akan menerangiku saat sinarku padam????....
SESAL
Saat fajar pagi menerangi tangismu.......
Dan burung burung kian merancu......
Kengerian hati yang di penuhi dengan benci....
Takan berhenti menyalahkan diri........
Dan kini takdirku terasa mati......
Meremukan semua kerangka nurani.......
Seolah tragedi ini tak akan berhenti.....
Terus menghujam dan menghujam......
Inginku menanamkan benih penantian.....
Penantian akan datangnya harapan....
Yang tak mungkin ku raih.....
Karena aku hanyalah senyawa jiwa........
Jiwa yang menghujat kala.....
Waktu yang terbuang percuma...
Dilingkupi sesal yang tiada terkira........
Dan burung burung kian merancu......
Kengerian hati yang di penuhi dengan benci....
Takan berhenti menyalahkan diri........
Dan kini takdirku terasa mati......
Meremukan semua kerangka nurani.......
Seolah tragedi ini tak akan berhenti.....
Terus menghujam dan menghujam......
Inginku menanamkan benih penantian.....
Penantian akan datangnya harapan....
Yang tak mungkin ku raih.....
Karena aku hanyalah senyawa jiwa........
Jiwa yang menghujat kala.....
Waktu yang terbuang percuma...
Dilingkupi sesal yang tiada terkira........
MERINDU MASA LALU
Ku terdiam di sudut sepi....
Kurenungkan kenangan lalu.......
Kenangan yang mengusik hati.....
Nalarku masih bertanya........
Kasih mengapa kau pergi.......
Kisah yang tlah kita ukir berdua......
Meruntuhkan semua tebing nurani......
Melepuh rasanya tubuh ini.....
Dan ku tanya....tanya dalam diri.........
Kenapa rasa ini tak kunjung pergi.............
...................KASIH...................
Kurenungkan kenangan lalu.......
Kenangan yang mengusik hati.....
Nalarku masih bertanya........
Kasih mengapa kau pergi.......
Kisah yang tlah kita ukir berdua......
Meruntuhkan semua tebing nurani......
Melepuh rasanya tubuh ini.....
Dan ku tanya....tanya dalam diri.........
Kenapa rasa ini tak kunjung pergi.............
...................KASIH...................
PERGI
Kemana jiwaku pergi.....
Kimana hasratku menanti.....
Kutanya ke setiap insani.....
Kucari di langit yang sepi...
Bayanganmu sellimuti hati....
Tumbangkan seluruh harga diri.....
Menaruh rindu diatas sepi....
Tuk dapat dirimu lagi...
Kutanya pada resah pagi...
Yang menjaga alur nurani tetap berdiri...
Mengalir mengikuti takdir...
Kimana hasratku menanti.....
Kutanya ke setiap insani.....
Kucari di langit yang sepi...
Bayanganmu sellimuti hati....
Tumbangkan seluruh harga diri.....
Menaruh rindu diatas sepi....
Tuk dapat dirimu lagi...
Kutanya pada resah pagi...
Yang menjaga alur nurani tetap berdiri...
Mengalir mengikuti takdir...
RAGU
Perih memang saat hati meragu....
Terus tuntut keinginanmu...
Kebahagiaan tak mungkin datang....
Jika kau tak terus berjuang...
Walau gelap menyelimuti langkahmu...
Kupastikan kan ada cahaya...
Cahaya yang akan mendampingimu...
Meliuk angin di malam hari...
Yakinkan fajar yang kau nanti...
Menunggu memang hal yang tak pasti...
Yakinkan semangat yang ada di diri....
Terus tuntut keinginanmu...
Kebahagiaan tak mungkin datang....
Jika kau tak terus berjuang...
Walau gelap menyelimuti langkahmu...
Kupastikan kan ada cahaya...
Cahaya yang akan mendampingimu...
Meliuk angin di malam hari...
Yakinkan fajar yang kau nanti...
Menunggu memang hal yang tak pasti...
Yakinkan semangat yang ada di diri....
Ksatria VS Musisi
Kesatria dengan pedangnya....
Musisi dengan gitarnya...
Kesatria mengalunkan pedang...
Diatas nyanyian kematian....
Musisi menyayat nada...
Redakan hati yang luka...
Musisi dengan gitarnya...
Kesatria mengalunkan pedang...
Diatas nyanyian kematian....
Musisi menyayat nada...
Redakan hati yang luka...
KALUT
Kulalui hari tanpa sebuah arti...
Tak ada senyuman sang mentari...
Kecewa yang menghimpit di dalam diri...
Tetapi nyanyian hati biaskan sepi...
Kering jiwaku yang menunggu...
Terpasung terbelenggu rindu...
Yang ada hanya harap semu...
Di telan dihapus waktu....
Tak ada senyuman sang mentari...
Kecewa yang menghimpit di dalam diri...
Tetapi nyanyian hati biaskan sepi...
Kering jiwaku yang menunggu...
Terpasung terbelenggu rindu...
Yang ada hanya harap semu...
Di telan dihapus waktu....
BORNEO
Hidup itu seperti borneo...
Tebing-tebing kehidupan yang terus terkikis oleh erosi keputusasaan...
Membuat guratan takdir yang tak bisa dipungkir...
Menjulang tinggi menyentuh kabut-kabut kehampaan...
Kadang terdengar gema teriakan jiwa...
Yang menyusup ke jurang curam nurani...
Dan mengalirlah sungai-sungai kebahagiaan...
Menumbuhkan bunga-bunga harapan...
Yang bersemi obati luka hati...
Tebing-tebing kehidupan yang terus terkikis oleh erosi keputusasaan...
Membuat guratan takdir yang tak bisa dipungkir...
Menjulang tinggi menyentuh kabut-kabut kehampaan...
Kadang terdengar gema teriakan jiwa...
Yang menyusup ke jurang curam nurani...
Dan mengalirlah sungai-sungai kebahagiaan...
Menumbuhkan bunga-bunga harapan...
Yang bersemi obati luka hati...
Do'a kepada-NYA
saat manusia bergerak....
tentukan mana jalan yang di dekap.....
walaupun kegalauan semakin mendalam...
menusuk dan menembus hati yang kelam...
tentunya kau merindukan kilauanNya...
Tuhan sang penguasa semesta alam...
menunggu dan menunggu...
akan indah dan damai karuniaNya....
ya Tuhan berikanlah kami himah dan hikmah...
seperti yang Engkau berikan kepada umatMu terdahulu......
agar kami tidah tersesat malapetaka...
seperti yang telah Engkau janjikan kepada mereka yang berdosa.....
____________AMIN_____________
tentukan mana jalan yang di dekap.....
walaupun kegalauan semakin mendalam...
menusuk dan menembus hati yang kelam...
tentunya kau merindukan kilauanNya...
Tuhan sang penguasa semesta alam...
menunggu dan menunggu...
akan indah dan damai karuniaNya....
ya Tuhan berikanlah kami himah dan hikmah...
seperti yang Engkau berikan kepada umatMu terdahulu......
agar kami tidah tersesat malapetaka...
seperti yang telah Engkau janjikan kepada mereka yang berdosa.....
____________AMIN_____________
YANG LALU
Sedih kurasakan dulu...
saat kuingat masa lalu...
terbuang hasrat manggebu...
asa yang tersimpan di kalbu...
kesalahan yang kini membeku...
seperti bunga yang tlah layu...
tak pernah ku ungkap perasaanku...
mungkin takdir tak ingin kita bersatu...
pernah coba tuk hilangkan...
bayang-bayang dalam ingatan...
tapi semakin kulupakan...
semakin hangat dalam ingatan...
akankah ada secercah harapan...
untuk hati yang kelam...
wahai gadis masa silam...
yang takan pernah kulupakan...
saat kuingat masa lalu...
terbuang hasrat manggebu...
asa yang tersimpan di kalbu...
kesalahan yang kini membeku...
seperti bunga yang tlah layu...
tak pernah ku ungkap perasaanku...
mungkin takdir tak ingin kita bersatu...
pernah coba tuk hilangkan...
bayang-bayang dalam ingatan...
tapi semakin kulupakan...
semakin hangat dalam ingatan...
akankah ada secercah harapan...
untuk hati yang kelam...
wahai gadis masa silam...
yang takan pernah kulupakan...
ANGIN PAGI
saat angin bertiup ditepi pagi...
menerpa daun yang dirasuki embun.....
sejuk benar pagi ini....
hilangkan rasa resah kemarin....
begitu pula sentuhan hangat raja cahaya....
menabur indah pandangan mata....
lentik pelangi penghias alam...
hiasan langit dibatas hutan.....
terdiam.... kulihat batas alam....
sungguh aku terhanyut dan tenggelam....
menerpa daun yang dirasuki embun.....
sejuk benar pagi ini....
hilangkan rasa resah kemarin....
begitu pula sentuhan hangat raja cahaya....
menabur indah pandangan mata....
lentik pelangi penghias alam...
hiasan langit dibatas hutan.....
terdiam.... kulihat batas alam....
sungguh aku terhanyut dan tenggelam....
HANYA
Beribu nada yang kudengar...
berjuta warna yang ku lihat...
tak dapat menumpahkan...
tak dapat menggambarkan...
segala kekosongan hati yang mendalam...
seperti secarik kertas putih...
yang terbang kemanapun angin meliuk....
manakala jiwa yang kosong seperti secarik kertas....
yang kian terombang-ambing kiasan imaji....
tak dapat membedakan rasa sedih dan rasa senang...
hanya hampa yang ku hirup...
hanya kosong yang kulihat...
hanya sunyi yang kudengar...
berjuta warna yang ku lihat...
tak dapat menumpahkan...
tak dapat menggambarkan...
segala kekosongan hati yang mendalam...
seperti secarik kertas putih...
yang terbang kemanapun angin meliuk....
manakala jiwa yang kosong seperti secarik kertas....
yang kian terombang-ambing kiasan imaji....
tak dapat membedakan rasa sedih dan rasa senang...
hanya hampa yang ku hirup...
hanya kosong yang kulihat...
hanya sunyi yang kudengar...
IMAJI
ku bayangkan wanitaku menunggu.....
di taman indah penuh bunga.....
desir angin lembut merayu rambutnya.....
alunan bunga bersemi mengiring langkahnya....
menari diantara pelangi.....
sekilas kulihat indah coklat terang matanya.....
melukiskan betapa indah senyumnya.....
merasuk ke dalam nalarku.....
merayu semua kata merindu......
di taman indah penuh bunga.....
desir angin lembut merayu rambutnya.....
alunan bunga bersemi mengiring langkahnya....
menari diantara pelangi.....
sekilas kulihat indah coklat terang matanya.....
melukiskan betapa indah senyumnya.....
merasuk ke dalam nalarku.....
merayu semua kata merindu......
MERINDU MALAM
saat hidup terasa perih
saat pagi terasa gusar
ku ingin heningnya malam
tercabik keras kehidupan
teraniyaya keputus asaan
ku ingin damainya malam
asa tak ada lagi
kegersangan yang manyelimuti hati
melangkah mencari air kehidupan
yang ku dapat hanya kekosongan
seperti gurun yang merindukan oasisnya
kenyataan yang terasa hambar
tanpa adanya kebahagiaan
teramat sangat kurindukan sepenggal ilusi
yang mengobati hati
walau sepenggal nurani meragu
walau itu hanya anganku
ku merindu malam...........sungguh
saat pagi terasa gusar
ku ingin heningnya malam
tercabik keras kehidupan
teraniyaya keputus asaan
ku ingin damainya malam
asa tak ada lagi
kegersangan yang manyelimuti hati
melangkah mencari air kehidupan
yang ku dapat hanya kekosongan
seperti gurun yang merindukan oasisnya
kenyataan yang terasa hambar
tanpa adanya kebahagiaan
teramat sangat kurindukan sepenggal ilusi
yang mengobati hati
walau sepenggal nurani meragu
walau itu hanya anganku
ku merindu malam...........sungguh
WAKTU
mimpiku yang lalu tlah sirna........
di telan derasnya badai kehidupan.......
terkurung dalam harapan masa......
tak bisakah ku mengandai....
taklukan jurang kehidupan....
tapi waktu tlah pergi....
tak mungkin ku beralih....
hilang diterpa angin malam....
yang berlalu saat sang raja datang.....
terhembus semua kenangan.....
terhanyut semua harapan.....
di telan derasnya badai kehidupan.......
terkurung dalam harapan masa......
tak bisakah ku mengandai....
taklukan jurang kehidupan....
tapi waktu tlah pergi....
tak mungkin ku beralih....
hilang diterpa angin malam....
yang berlalu saat sang raja datang.....
terhembus semua kenangan.....
terhanyut semua harapan.....
TEBING KEHIDUPAN
Mimpi kosong yang ku daki....
Kulihat menganga jurang yang lalu....
Entah apa yang ada di puncak depan sana.....
Yang memancarkan indah surya harapan....
Kulihat menganga jurang yang lalu....
Entah apa yang ada di puncak depan sana.....
Yang memancarkan indah surya harapan....
IRAMA PAGI
Pohon bambu berayun mengiringi irama burung..
Angin berhembus memangku dedaunan..
Petak-petak sawah yang sunyi membentang..
Mengalunkan anganku dalam indahnya kedamaian..
Butir-butir embun menetes di sudut telaga..
Membuatku terjaga dari lamunanku yang manja..
Saat sang surya sedang melihatku dari timur sana..
Aku sedang menikmati seberkas irama surga..
Angin berhembus memangku dedaunan..
Petak-petak sawah yang sunyi membentang..
Mengalunkan anganku dalam indahnya kedamaian..
Butir-butir embun menetes di sudut telaga..
Membuatku terjaga dari lamunanku yang manja..
Saat sang surya sedang melihatku dari timur sana..
Aku sedang menikmati seberkas irama surga..
CINTA
seperti angin yang terasa tapi tanpa kata.....
seperti itu juga cinta...
menghembuskan rindu...
menerbangkan asa...
terpikat hanya dengan sentuhannya...
terlena hanya dengan belaiannya...
dan terbenam hanya dengan suaranya...
itulah cinta...
seperti itu juga cinta...
menghembuskan rindu...
menerbangkan asa...
terpikat hanya dengan sentuhannya...
terlena hanya dengan belaiannya...
dan terbenam hanya dengan suaranya...
itulah cinta...
KILASAN BIDADARI
Kepakan sayap sang bidadari menyejukan anganku...
Dia terbang dengan indah di atas nirwana....
Meliuk diantara desiran angin senja......
Dia menyapaku hanya dengan tatapannya....
Dan menghangatkan kalbuku hanya dengan senyumannya.....
Akan kah ada bidadari di atas dunia yang menyerupai dia.....
Tlah ku tunggu lama wahai bidadariku...
Datanglah padaku dan sambutlah tanganku....
Dia terbang dengan indah di atas nirwana....
Meliuk diantara desiran angin senja......
Dia menyapaku hanya dengan tatapannya....
Dan menghangatkan kalbuku hanya dengan senyumannya.....
Akan kah ada bidadari di atas dunia yang menyerupai dia.....
Tlah ku tunggu lama wahai bidadariku...
Datanglah padaku dan sambutlah tanganku....
PENDIAM
orang pendiam and cool alias dingin..
sebenarnya mereka kesepian....
mereka terluka tanpa terlihat kasat mata....
mereka tertutup karena karena tak ada yang mau masuk.....
mereka tersenyum tetapi hatinya berdentum.....
dan tetap mereka butuh cinta tapi mereka tak bisa berkata.....itulah mereka...
sebenarnya mereka kesepian....
mereka terluka tanpa terlihat kasat mata....
mereka tertutup karena karena tak ada yang mau masuk.....
mereka tersenyum tetapi hatinya berdentum.....
dan tetap mereka butuh cinta tapi mereka tak bisa berkata.....itulah mereka...
Langganan:
Postingan (Atom)