Selasa, 03 September 2013

SESAL

Saat fajar pagi menerangi tangismu.......
Dan burung burung kian merancu......
Kengerian hati yang di penuhi dengan benci....
Takan berhenti menyalahkan diri........
Dan kini takdirku terasa mati......
Meremukan semua kerangka nurani.......
Seolah tragedi ini tak akan berhenti.....
Terus menghujam dan menghujam......
Inginku menanamkan benih penantian.....
Penantian akan datangnya harapan....
Yang tak mungkin ku raih.....
Karena aku hanyalah senyawa jiwa........
Jiwa yang menghujat kala.....
Waktu yang terbuang percuma...
Dilingkupi sesal yang tiada terkira........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar